Berita

Jakarta Selatan Kembangkan 2 PAUD Percontohan

Jakarta.go.id – Sebagai bentuk apresiasi terhadap dunia pendidikan, Pemkot Jakarta Selatan terus mendorong adanya upaya pemberian pendidikan sejak dini. Komitmen itu ditunjukkan dengan membuat dua lembaga Bina Keluarga Balita (BKB) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) percontohan yang diperuntukan bagi warga tidak mampu. Kedua lembaga BKB PAUD percontohan itu dibangun di RW 06, Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoranlama dan di RW 17, Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak.

Lembaga non profit yang mengurusi pendidikan anak usia antara 4-6 tahun ini sengaja dibangun di dua kelurahan itu, karena kondisi ekonomi masyarakatnya yang berpenghasilan rendah. Namun, tingginya apresiasi masyarakat membuat Pemkot Jakarta Selatan mengembangkan PAUD di dua lokasi itu sebagai PAUD percontohan. Pemkot Jaksel sendiri hanya memfasilitasi, sedangkan pembiayaan dilakukan secara swadaya.

“Di Jakarta Selatan ada dua lokasi PAUD yang kita kembangkan, yaitu di Gandaria Selatan dan Kebayoranlama (Cipulir). Keduanya adalah PAUD percontohan, dan kita akan ajukan untuk lomba-lomba di tingkat nasional,” ujar Syahrul Effendi, Walikota Jakarta Selatan kepada beritajakarta.com, Jumat (13/3). Kedua PAUD ini berada di lingkungan kumuh yang peserta didiknya berasal dari keluarga tak mampu. Agar terus berkembang, warga sekitar melakukan swadaya agar hasil pendidikan yang diberikan ke anaknya bisa maksimal.
Camat Cilandak, Ibnu Maulana, mengungkapkan, meskipun peserta didiknya dari keluarga berpenghasilan pas-pasan, tetapi animo warganya untuk mendapatkan pendidikan sejak dini terlihat sangat tinggi. Bahkan, dukungan juga mengalir dari sejumlah warga lain yang ikut menyumbangkan tanahnya untuk lokasi PAUD. “PAUD di RW 17 tanahnya adalah wakaf yang diserahkan salah seorang warga, untuk selanjutnya dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Ini menunjukkan warga mendukung penuh kegiatan positif ini,” ujarnya didampingi Lurah Gandaria Selatan Achmad Fauzi.

Ibnu menambahkan, bentuk apresiasi masyarakat juga terlihat dari banyaknya peserta didik yang hingga kini tercatat sudah 120 murid yang tertampung. Semuanya, lanjut Ibnu, mayoritas warga tidak mampu yang secara ekonomi tidak mampu mendaftarkan anaknya ke sekolah TK biasa.
“Kalau TK biasa, biayanya kan mahal. Tapi, kalau di PAUD semuanya gratis karena dikhususkan untuk menampung warga miskin,” jelas pria asal Bandar Lampung ini.

Keberadaan PAUD disamping mampu mengakomodir hak warga miskin untuk mendapatkan pendidikan secara layak, juga diharapkan mampu mengikis citra RW 017 sebagai daerah kumuh dan miskin (kumis). Terlebih, daerah itu juga akan dijadikan kampung bersih percontohan se-Jakarta Selatan. “Untuk PAUD sendiri saat ini kondisinya sudah layak melakukan pendidikan. Bahkan, jika tidak ada halangan awal bulan April akan diresmikan oleh Ketua TP PKK DKI Jakarta Sri Hartati Fauzi Bowo,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s